Di Balik Bangku Sekolah Menengah Pertama

Halo semuanya kembali lagi nih, kali ini saya akan membagikan cerita saat saya duduk di bangku sekolah pertama. Disini tidak terlalu banyak kenangan yang saya punya saat awal-awal masuk sekolah.

Artikel dibawah adalah awal-awal dimana saya masuk ke jenjang sekolah menengah pertama, mungkin ada hal-hal menarik dibawah yang bisa kalian baca dan dihayati sampai menyentuh hati yang paling dalam hehehehe.

Perpindahan Dari SD ke SMP

 

ianahtulwafa23.blogspot.com

ketika saya lulus dari sekolah dasar (SD), saya melanjutkan ke jenjang selanjutnya yaitu sekolah menengah pertama (SMP). Saya lulus dengan nilai yang menurut saya cukup yaitu, 23,10. Disitu saya tidak merasa senang dan tidak merasa sedih, dibilang sesuai target tidak, dibilang buruk tidak.

Karena itu saya tidak merasa bahagia, saya merasa hari itu adalah hari biasa yang biasanya saya lakukan setiap harinya.

Di hari itu saya tidak heboh seperti teman-teman saya yang cukup bahagia dengan nilai ujiannya. Teman saya sibuk mencari sekolah, saya hanya bermain di sekitar lingkungan saya tanpa merasa menyesal dengan apa yang saya lakukan itu.

Awal Mencari Sekolah

egrafis.com

Hari mencari sekolah pun tiba, dimana setiap orang tua panik mencari sekolah untuk anaknya. Tetapi anaknya masih saja cuek dan tidak merasa panik sedikitpun, saya bingung kenapa orang tua yang panik padahal anaknya yang sekolah bukan orang tuanya?

Saya didaftarkan orang tua saya di sekolah favorit di sekitar wilayah saya, kenapa harus disekolah itu? karena ibu  dan om saya sebelumnya telah sekolah di sana. Tetapi nilai saya tidak mencukupi kriteria tersebut dan akhirnya saya mencari lagi.

Pilihan kedua yaitu sekolah yang saya pilih pribadi, yaitu SMPN 254 Jakarta Selatan. Disitulah nilai saya diterima dengan baik, karena sekolah itu cukup buruk di kalangan wilayah saya.

Sebelumnya nenek dan kakek saya tidak setuju dengan sekolah yang saya pilih itu. karena sering tawuran menurut nenek saya. Tapi mau gimana lagi, saya sudah daftar dan keterima di sekolah tersebut dan saya cukup senang karena masuk sekolah negeri, secara biaya kan gratis dari pemerintah.

Hari Pertama Masuk Sekolah

 

http://www.salembagroup.com

Hari pertama masuk sekolah tidak ada yang menarik, kurang lebih siswa lebih menampilkan yang paling terbaik untuk diliat oleh teman barunya. Tetapi saya berpenampilan yang biasa saya lakukan di masa Sekolah dasar. Tidak tampan tapi cukup mapan, yaitu adalah kata-kata yang sederhana tapi mempunyai makna yang cukup dalam, menurut saya.

Disitu saya melakukan apa saja yang diperintahkan guru kepada siswa (termasuk saya). Saya adalah anak lugu yang tidak tau apa-apa, pada saat itu saya hanya mengikuti komando dari pemimpin MOS (Masa orientasi sekolah).

Memulai Kegiatan Belajar Mengajar

tepenr06.wordpress.com

Disinilah saya memulai penderitaan saya, mungkin kalian cukup merasakan yang apa yang saya maksud. Ya benar, dimana guru berdatangan masuk ke kelas saya untuk berkenalan. Disitu saya belum terlalu menderita, sampailah kita dimana guru-guru masuk ke kelas untuk mengajarkan materi yang tertera di jadwal.

Yang biasanya hari-hari saya dilakukan dengan bermain, seketika itu berubah pesat. Yang biasanya saya bermain warnet di malam hari, kali ini saya mengerjakan pr yang diberikan guru sebagai tugas dirumah.

Saya berasa orang paling hancur setiap hari kecuali Minggu. Minggu adalah hari yang menurut saya adalah hari kemerdekaan bagi anak sekolahan. Karena di hari Minggu anak-anak sekolahan bisa bebas melakukan apapun yang ia mau.

Tetapi yang saya tidak suka dalam hari Minggu adalah, ketika masuk malam hari. Karena disitulah aktivitas anak-anak sekolahan akan kembali normal sepeti biasanya.

Itu dulu kisah saya di masa-masa sekolah menengah pertama. Tidak terlalu mengesankan saat awal-awal masuk sekolah, tapi kalo saya ceritakan semua orang-orang membaca artikel saya bisa bosan karena sangat banyak hal yang mengesankan dalam masa-masa sekolah menengah pertama saya.

Sekian, Terima kasih

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: